Community Supported Agriculture

 Beberapa hari yang lalu, ada tayangan yang menarik di Metro TV. Judul asli acaranya lupa, karena bahasa perancis, tapi diterjemahkan sebagai
Earth From Above.

Acara tersebut membahas bhw ternyata dunia pertanian (agriculture) memiliki andil terhadap perusakan di muka bumi (e.g. global warming dan kawan kawannya). Terutama sejak munculnya konsep intensikasi pertanian. Salah satu yang dianggap perusak adalah GMO (demikian yang ditulis di subtitle nya),  alias Genetic Modified Organism. Yaitu tanaman-tanaman yang telah direkayasa secara genetis, misalnya agar tahan hama, agar lebih besar, lebih manis, dan sebagainya.

Apakah GMO itu selalu menguntungkan? Sayangnya tidak. Beberapa fakta yang menurut saya menarik di situ adalah:

Ikan Badut

in

film Finding Nemo Tau ikan badut? Atau clown fish? Dah pernah nonton film Finding Nemo belum? Itu lho.. film dari Walt Disney yang tokoh utamanya tentang seekor ikan badut, yang lagi nyari anaknya yang ilang. Ikan badut, kalo buat kita-kita yang belum tau ikan badut, dan belum pernah nonton film itu, mungkin ngebayangin seorang badut sirkus berwajah putih, hidung merah, rambut kriwel-kriwel warna ijo, sepatunya kegedean, tapi punya sirip dan ekor (Ih! Dibayangin beneran! Ckckckck.. :p )

 

April Mop di Jaman Kolonial

in

Eh, udah tau tentang April Mop kan? Itu lho, budaya ngerjain orang pas tanggal 1 April, tapi yang dikerjain nggak boleh marah. Tau kan? Tapi tau nggak, budaya itu nggak baru lho. Jaman perang dulu juga udah ada. Bener lho. Orang yang bakal aku critain ini, pasti udah kalian kenal: Dr Cipto Mangunkusumo. Yup. Kenal kan? Eh, emang siapa sih yang kena dikerjain ama beliau? Gak tanggung-tanggung: Pemerintah Kolonial Hindia Belanda cing! Weh... Kayak apa tuh? Kamu mau tahu?

Berbicara Pakai Zat Kimia

in

"Ketika tiada lagi yang bisa terucap, bila mulut pun tak sanggup menyapa, tatkala segala kata tiada berarti, lantas dengan apa aku harus menyampaikan isi hatiku padamu, duhai kekasihku?"
... Satu detik, ngga ada jawaban.

... Dua detik, masih membisu.

... 1 jam, tetap saja ngga ada jawaban!
Malang nian nasibmu, Nak... Mungkin caranya salah kali. Kalo kekasihmu adalah seekor lebah, puisi seindah apapun nggak ngaruh. Yang bener, ungkapkanlah isi hatimu dengan zat kimia. (Hah? Plis deh! Sumpeh loe?) Yup, mau tahu?

Mata Serangga

in

Mata capung Konon pada tahun 1984, ada film science fiction yang ngetop, judulnya The Fly. Lalat bo! Baru-baru ini juga pernah diputar ulang kok di tivi. Ceritanya sih tentang ilmuwan yang nyoba nyiptain mesin telepod. Itu loh, semacem mesin teleport (tele-transportation) yang kayak di film seri Star Trek (yang ngaku seneng Star Trek mesti tahu!). Ide mesin ini sih sederhana: mindahin orang dengan cara ngancurin bahan hayatinya sampai ke level DNA, trus dikirim ke tempat lain, trus dirakit lagi deh di sana. Nah, si ilmuwan ini, yang dimainin ama Jeff Goldblum (Independence Day, Jurrasic Park: The Lost World) ngetes tuh mesin ke dirinya sendiri. Berhasil sih, dia ketransport jarak dekat. Tapi malang, pas masuk ke mesin bikinannya sendiri itu, dia nggak sendirian... Dasar ilmuwan jorok, kok ya bisa-bisanya di laboratoriumnya nya ada .. lalat!!! Dan lalat kecil lucu itulah yang masuk nemenin dia ke mesin telepod pas uji coba tadi. Efeknya? Maut! Ceritanya, DNA dia jadi satu ama DNA si lalat ... dan si Jeff pun mulai bermutasi jadi ... manusia lalat!!

Serangga Jagoan Menyamar

in

Serangga ranting

Sewaktu kuliah di Bogor, salah satu tempat yang paling nyaman buat baca-baca itu ya di Taman Koleksi IPB Baranangsiang. Wah, siapa aja yang pernah kuliah di IPB pasti ngakuin lah kalo Takol (taman koleksi) itu nggak ada duanya. Nggak luas-luas banget sih tempatnya, tapi rindang, pohonnya gedhe-gedhe, apalagi pohon randu yang menjulang gagah di tengah-tengah. Di penghujung musim kemarau, biji randu dari pohon ini bakal pecah dan nyebar kapuk ke pelosok-pelosok taman. Konon kabarnya, petani-petani tanah Jawa di masa lalu memakai momen di mana biji randu mulai pecah ini untuk penanda kalo musim hujan bakal segera datang, alias saatnya siap-siap mengasah pacul dan bajak lagi. Tapi pas jadi mahasiswa di Bogor sih, mana kami tahu tentang mengasah pacul atawa bajak. Yang kelihatan sih di mana-mana kapuk putih beterbangan, berasa kaya musim salju di Eropa (boleh dong berandai-andai).

Kami akan kembali ...

in

Situs akuingintahu.com sedang dalam perbaikan. Please stay tuned! Kalau ada komentar, usulan, atau sekedar mau numpang mejeng, boleh... Silakan gunakan fasilitas buku tamu.

Syndicate content