"Ketika tiada lagi yang bisa terucap, bila mulut pun tak sanggup menyapa, tatkala segala kata tiada berarti, lantas dengan apa aku harus menyampaikan isi hatiku padamu, duhai kekasihku?"
... Satu detik, ngga ada jawaban.
... Dua detik, masih membisu.
... 1 jam, tetap saja ngga ada jawaban!
Malang nian nasibmu, Nak... Mungkin caranya salah kali. Kalo kekasihmu adalah seekor lebah, puisi seindah apapun nggak ngaruh. Yang bener, ungkapkanlah isi hatimu dengan zat kimia. (Hah? Plis deh! Sumpeh loe?) Yup, mau tahu?